duidays

curhat di malam pertama Ramadhan

on 1 August 2011

malam ini malam pertama di bulan Ramadhan. malam dimana aku masih berkutat mengerjakan tesis. jam menunjukkan pukul 00.40. tapi mataku belum juga bisa memejamkan mata. setiap kali berbaring meluruskan pinggang (ngenenin saladin yang terbangun, red), pikiranku selalu saja terpaut pada tesis. bagaimana tidak, besok dosenku meminta print out draft tesis dan abstrak. dan kabar ‘baiknya’, masih banyak tulisan yang belum aku selesaikan. oh, my Rabb.. T_T

yah inilah konsekuensi yang harus aku ambil. aku harus menyelesaikan apa yang sudah kumulai. meski jalan yang dilalui sangat berbelok-belok dan penuh rintangan disana sini, aku harus menuntaskannya. meski hatikumenjerit ingin menghentikan ini semua, aku tidak boleh lari dari kenyataan ini. *lebay banget yak*.

jadi teringat ketika aku sidang skripsi S1. waktu itu aku pernah bertekad, ini adalah sidang terakhirku. tidak ada lagi sidang lagi. saking gabangetnya presentasiku waktu itu. superduper tegang pula.  eh eh ternyata aku lupa masa-masa itu *inilah salah satu manfaat lupa* dan daftar lagi kuliah s2 dan akan berada kembali dalam suasana yang sangat sangat menegangkan itu. presentasi di hadapan para dosen dan ditanyai yang meski sangat mudah sekali untuk dijawab, tapi untuk berpikir pun terbata-bata. huhu..

eniwei meski curhat di atas tampak memilukan,  kok ya aku jadi ingin sekolah lagi. xixixixi, piye tho.. tesis saja terengah-engah begini menyelesaikannya. ga tau ya, tadi ketika aku membaca jurnal tentang laporan pembangunan prov gorontalo, tiba-tiba saja ingin memajukan gorontalo, yang ternyata IPM/indeks pembangunan manusianya masih rendah (peringkat 24 dari 33 provinsi pada tahun 2006). bahkan kwandang, kecamatan tempat aku tinggal -sementara- menjadi salah satu kecamatan (dari 15 kecamatan) di prov gorontalo yang indeks longevity, pendidikan dan pendapatan terendah. duh duh.. jadi pengen jadi gubernurnya heeee…

ah banyak keinginan tapi sedikit usaha. padahal puncak kesuksesan itu dimulai dengan meniti perjuangan selangkah demi selangkah. tidak ada ceritanya sukses tiba-tiba. semua butuh proses. ada yang harus dikorbankan, baik waktu, tenaga, harta, tahta dan wanita. *eh.

yasudah, mari-mari kita semangat! Allah melihat proses, bukan hasil. usahakan dengan sungguh-sungguh setiap pikiran dan pekerjaan. kalau ada kekurangan disana-sini meski kita sudah berkorban banyak, tenaang.. ada Allah yang akan menyempurnakannya. disinilah letaknya iman. ketika yakin bahwa Allah ada dan senantiasa menolong hamba-Nya.

bismillah ya Allah… apa yang terjadi, terjadilah. sudah kuikhtiarkan semampuku. meski memang harus kuakui, banyak lalai yang telah kulakukan.  ampuni aku. tolong hamba-Mu yang lemah ini. tiada daya dan kekuatan melainkan dariMu.


2 responses to “curhat di malam pertama Ramadhan

  1. Tika says:

    Insya alloh ada keberkahan di bulan Ramadhan.
    Kemaren ada kultum taraweh di Salman. Penceramahnya menceritakan beragam peristiwa di bulan Ramadhan. Sejarah mencatat karya agung para ilmuwan muslim juga dihasilkan di bulan Ramadhan.

    Semangat Bunda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: