duidays

Ke Desa Tudi

on 29 March 2011

Hari ini saya kembali ‘berkelana’ untuk kepentingan thesis. Kebetulan ada pertemuan Gapoktan (Gabungan kelompok tani) di Desa Tudi. Berangkat sekitar jam 9 kurang 15 menit saya diantar oleh suami yang juga hendak berangkat ke site PLTU, karena memang satu jalur juga tempat kerjanya dengan tempat yang mau saya datangi. Tapi masih lebih jauh lagi desa Tudi, sekitar 8 km dari pertigaan desa Ilangata tampat kerja suamiku. Desa Tudi adalah salah satu desa di Kecamatan ANggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Subhanallah.. eta desa memang jauuh. Saya tak habis pikir, kok ada orang yang mau tinggal di tempat pelosok seperti itu ya. Kendaraan umum yang melintas/angkot jaraaaang sekali ada. Bentor tidak ada. Relative cukup sepi jalan di depan kantor desa Tudi yang saya kunjungi tadi. Luar biasa mereka-mereka yang memilih tinggal jauh dari hiruk pikuk dunia. Bisa bertahan hidup dengan cukup makan ikan (tentu saja ini beragam jenisnya, buanyyakk ikan lautnya di sini), nasi, sedikit sayur, trus apalagi ya? Tidak ada agenda-agenda shopping ke mall, nongkrong di café, nonton di bioskop (3 hal ini saya ge jaraaang pisan), berselancar di dunia maya. Kehidupan yang sederhana dan bersahaja. Tapi ya jadinya pola pikirnya terbatas. Pemahamannya seputar itu-itu saja. *butuh banyak ustadz/ah nih*
Yang saya suka di sini kalau sedang melakukan perjalanan adalah no traffic jam. Yeah. Nikmaat sekali, tiada stress bunyi klakson seperti di kota-kota besar. Tidak ada polusi. Jauhnya perjalanan jadi tidak terasa. Belum lagi kiri dan kanan jalan menuju Desa Tudi disuguhi pemandangan yang ckckck indahnya subhanallah. Tapi sekarang ini pandanganku banyak tertuju pada pertanian jagung, yang memang cukup banyak terhampar. Ada yang baru ditanam, ada yang tanaman jagungnya sudah kering tanda sudah dipanen. Ada juga lahan tandus dibiarkan begitu saja. Secara buat tesis gitu loh. *Inilah salah satu berkah tesis, bisa jalan-jalan sampai ke pelosok desa *mari positive thinking T_T.
Ada juga yang bikin kesal. Kalau bertemu dengan penduduk pria. Hmm… bisa dipastikan itu rokok mengepul dari mulutnya… huuuffftt😦. Rata-rata seperti itu di sini. Di kota-kota besar juga kali ya. Seperti sudah hal yang lazim tanpa ada perasaan bersalah ketika merokok di tempat umum. Mau negur juga kok ya segan. Dan lagi saat ini saya ada Saladin. Jadi kasihan juga sama Saladin. Apalagi tadi ketika di pertemuan di balai desa. Hmm.. ada satu orang ngepul, keluar dari ruang, ada yang ngepul lagi asap. Masuk ruang lagi,, wiiih itu ruang pengapnya. Haduuuhh…. Kasihan saladin. Ini jadi pelajaranku juga. Tampaknya ke depan saya tak akan membawa Saladin lagi kalau jalan-jalan untuk mencari data thesis. Saya mau ngajak ibu dari bandung untuk tinggal sementara sebulan di sini, agar saya juga bisa leluasa ke sana kemari. Selama ini kemanapun saya pergi, Saladin selalu ikut serta. Sejak usia 2 minggu Saladin sudah diajak ke kota yang berjarak sekitar 55 km dari rumah. Tapi Alhamdulillah Saladin anak yang baik. Sekarang semakin jarang rewel kalau diajak kemana-mana. Sudah banyak mengoceh dan mengeksplor hal-hal yang dilihatnya. Susahnya kalau sedang mengantuk atau mau mimi ASI. Susah mencari tempat yang tenang dan nyaman. Yah namanya juga bayi, memang harusnya banyak di rumah kan ya.
Well.. alhamdulillah kunjunganku ke desa Tudi ini lumayan lancer untuk perkenalan awal, sehingga ketika nanti saya datang ke sini lagi untuk keperluan wawancara, penduduk sudah mengenali. Tadi saya sempat diperkenalkan oleh penyuluh bahwa saya sedang melakukan penelitian di sini. Desa Tudi ini salah satu desa yang saya jadikan sampel penelitian. Masih ada desa-desa yang lainnya lho…. To be continued


4 responses to “Ke Desa Tudi

  1. paibiopai says:

    wooo,, keren teh,, pengen liat foto2nya hasil perkelanaan disana,, hehe.. sakses thesisnya teh!

  2. dpujia says:

    aamiiin… ya Robbal’alamiin.
    insyaAllah ntar tak aplot😀

  3. arry says:

    dwiiii terus semangat yaa.. tinggal beberapa langkah lagi jadi master🙂

  4. dpujia says:

    langkah ini begitu beraattnya arry.. T_T
    ingatkah dirimu dengan perjalanan kita ke kuningan dahulu kala? sungguh betapa panjangnya jalan menuju master ini ry.. *lebay*
    semangaattt! harus! bismillaah…
    miss u so much ary yang baik hati ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: