duidays

IRT: Profesi Keren

on 11 January 2010

Mengapa pekerjaan sebagai ibu rumah tangga masih dianggap pekerjaan yang kurang bergengsi? Mengapa masih ada yang malu-malu menyatakan diri sebagai seorang ibu rumah tangga, dengan berbisik lirih menyatakan ‘saya cuma ibu rumah tangga’ ketika ada yang menanyakan pekerjaan atau aktivitasnya? Mengapa cuma?

Menjadi ibu rumah tangga bukanlah cuma.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi seorang manajer dalam sebuah institusi yang sangat penting dalam suatu masyarakat dan negara.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi guru, dosen dan pendidik bagi calon pemimpin masa depan yang berpengaruh hingga ke seantero jagad raya.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi seorang dokter bagi keluarganya, mengutamakan usaha preventif daripada kuratif.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi ahli gizi dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan berkualitas.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi seorang desainer interior dan eksterior, menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman di dunia, tempat berlabuhnya hati dan pikiran dari segala hiruk pikuk.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi… sumber cinta dan kasih yang menjadi energi bagi kestabilan jiwa.

Menjadi ibu rumah tangga tidaklah menjadikan seorang perempuan tergerus potensinya, terasing, tercampakkan, terpuruk, terhinakan.

Menjadi ibu rumah tangga adalah kemuliaan, keindahan, kecantikan, kedamaian, ketentraman, fitrah.

Menjadi ibu rumah tangga adalah menjadi segala-galanya.

“Apabila seorang isteri menunaikan solat lima waktu, berpuasa pada Ramadan, menjaga kehormatannya dan menghormati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, masuklah kamu ke dalam syurga melalui mana-mana pintu yang kamu sukai.”  (Hadist Riwayat Ahmad).


3 responses to “IRT: Profesi Keren

  1. hak1m says:

    tanpa berharap dianggap menggurui atau apapun, menurut saiyah anti (kata yang biasa digunakan buat adik ane wew) terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain. memang menjadi IRT itu adalah hal yang tak terbantahkan menjadi tulangpunggung kemajuan ummat, peradaban, dan akhirnya langkah awal menuju jenjang kebangkitan islam yang utama. saiyah sangat menantikan ketika Muhammad Fatih kedua lahir, terdidik secara islami, dan akhirnya menjadi pemimpin ummat. begitupun dengan Yusuf yang halus, sangat benci dengan peperangan (walaupun akhirnya juga berperang untuk menegakkan kalimatullah yang kemudian disebut sebagai Shalahuddin /saladin) saiyah juga menantikan sayap-sayap malaikat senantiasa menaungi jalan-jalan lengang ataupun ramai karena banyak bagian dari ummat ini, anak-anak, remaja, pemuda, sampai yang tua berjalan untuk menuju majelis-majelis ilmu. wew.. apakah seluruhnya itu bisa tercapai melainkan dengan peran luarbiasa ummahat? ah rasanya itu akan berat jika mereka mementingkan karier daripada karier yang lebih utama…. (panjang kali cak…)

  2. gagan says:

    iya IRT posisi keren. benahi dahulu keluarga, lingkaran lebih luar manisfestasi darinya.

  3. purnaning says:

    Siapa yang punya cita-cita ibu rumah tangga? ngacung! jawab: Saya!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: