duidays

Kado

on 28 November 2009

Senang sekali rasanya mendapatkan kado. Iya tak? Di pernikahan saya 8 November 2009 silam, banyak kado yang saya dapatkan dari saudara, teman sekolah, kampus dan rekan kerja, baik dari pihak saya maupun suami.  Bermacam jenis kado kami dapatkan. Mulai dari beragam tea set, alat masak, baju, hiasan dinding, buku, dll, hingga parfum. Setiap kali membuka kado satu demi satu, saya begitu terharu dan benar2 senang, pun ketika membaca untaian kata yang dilampirkan. Seperti membuka kotak-kotak misteri dan menerka-nerka barang apa yang ada di balik setiap bungkusan. Seru!🙂. Entahlah barangkali terdengar berlebihan. Wajar lah karena baru kali ini saya mendapatkan kado yang banyak, karena ya saya belum pernah menikah sebelumnya.. hehe.. di setiap momen ultah juga saya tak pernah mendapat kado sebanyak ini.

Kado adalah sebentuk perhatian yang lahir dari rasa cinta dan kasih sayang. Kado pernikahan tak hanya berwujud barang atau materi. Do’a (baik diucapkan langsung, SMS, via fesbuk, milis), bantuan selama persiapan acara, kehadiran pada acara, merupakan bentuk dari kado lain yang juga membahagiakan. Bahkan bentuk-bentuk lain dari kado tersebut menjadi kado yang bernilai tinggi, tak sebanding bila dimaterikan. Betapa banyak persiapan yang ‘manstab’, diringankan dengan bantuan dari teman-teman dekat dan panitia. Doa menjadi kekuatan ketika jelang acara, pada saat acara, dan kehidupan baru setelahnya. Dan kehadiran menyiratkan perhatian di tengah berbagai aktivitas atau kesibukannya.

Pasca pernikahan ini, saya jadi berusaha untuk memerhatikan setiap undangan yang datang. Ketahuilah, pada saat kita mengundang seseorang, kita sangat berharap akan kehadirannya dalam acara. Kalaupun tidak dapat hadir, maka ketika kita menyampaikan ketidakhadiran (karena ada alasan yang dibenarkan) plus do’a, bisa mengobati harapan dari pengundang akan kehadiran kita. Ya, saya jadi berusaha untuk tidak abai terhadap setiap undangan yang datang. Terlebih Rasulullah saw telah mewajibkan kepada kita untuk memenuhi undangan:

“Bila salah seorang diantara kalian diundang (untuk menghadiri walimah), maka hendaklah memenuhi undangan tersebut, baik acara pernikahan atau acara lainnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5173, Muslim no. 1429, Ahmad 2/146, Abu Dawud no. 3738, dan Al-Baihaqi 7/262; dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhuma]

“Bila salah seorang diantara kalian diundang untuk menghadiri jamuan makan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika tidak sedang berpuasa hendaklah ia ikut makan. Dan jika sedang berpuasa hendaklah ia ikut mendoakan” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1431, Ahmad 2/507, Al-Baghawiy no. 1816, dan Al-Baihaqi 7/263; dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu].

Mungkin kita juga sering mendengar kata-kata “Tiada kesan tanpa kehadiranmu”. Atau ” merupakan suatu kebahagiaan bagi kami apabila bapak/ibu/saudara/i berkenan untuk hadir memberikan doa restu”. Kata-kata itu memang benar. Saya sudah merasakannya sendiri. Mudah-mudahan saya bisa untuk memenuhi setiap undangan yang datang. Kalaupun tidak bisa memenuhi undangannya -karena banyak faktor, seperti bentrok dengan agenda lain, ketidakterjangkauan tempat-, mudah-mudahan saya senantiasa ingat untuk memberikan perhatian dengan menyampaikan ketidakhadiran dan mengiringinya dengan doa.*kadang lupa, astaghfirullah😦. Dan pada saat kita menjadi seorang pengundang dan yang kita undang tidak hadir, maka perlu dikedepankan sikap berbaik sangka, karena bisa jadi tidak bisa memenuhi undangan karena ada halangan yang tak bisa dihindarkan.

Tahaddu tahabbu. Saling memberi hadiahlah maka kalian akan saling mengasih (alhadist).

Dalam berbagai momen barangkali kita juga sering mengadakan tukar kado. Tukar kado merupakan variasi lain dalam menguatkan kasih sayang diantara pertemanana atau persahabatan. Setiap kali melihat kado itu, kita jadi akan teringatkan dengan sang pemberinya. Dari hadist Rasulullah di atas, tahaddu tahabbu, rasa kasih sayang itu akan muncul dengan adanya saling memberi hadiah. Seperti semacam efek. Bisa jadi sebelumnya belum ada rasa kasih sayang, lalu untuk mencairkan kebekuan hubungan, saling memberi kado atau hadiah. Niscaya, dengan izin Allah dan ketulusan hati, hubungan akan menjadi lebih baik dan hangat. Jadi menurut saya memberi kado itu bisa ‘dikarenakan’ dan ‘maka’. Memberi kado bisa ‘dikarenakan cinta’ dan ‘maka akan melahirkan kecintaan’.

Ada lagi kado lain yang sangat-sangat membahagiakan bagi saya. Kado terindah yang saya dapatkan. Apakah itu? Ya, saya mendapatkan seorang suami yang baik hati, cinta sesama, patuh pada orang tua dan gemar menabung😀. Seseorang yang menjadi teman seperjuangan untuk meraih keberkahan hidup. Alhamdulillah. Allah swt telah memberikan kado yang istimewa di usia saya yang menginjak seperempat abad. Mudah-mudahan sisa usia saya bersamanya akan mengantarkan pada gerbang kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamin. Kalaulah saling memberi hadiah diantara sesama manusia akan melahirkan kasih sayang, maka ‘kado’ dari Allah swt ini semoga akan semakin meningkatkan rasa cinta saya pada Allah swt. Cinta yang jujur dan sebenar-benarnya. Aamiin ya Robbal ‘alamin. Jadi teringat penggalan nasyidnya Snada (Belajar dari Ibrahim):

Pada Allah mengaku cinta, Walau pada kenyataannya

Pada harta pada dunia, Tunduk seraya menghamba..

Belajar dari Ibrahim, Belajar taqwa kepada Allah

Belajar dari Ibrahim, Belajar untuk mencintai Allah..

Ya Allah karuniakan kepada hamba kekuatan untuk bisa mencintaiMu dengan jujur dan sebenar-benarnya, dan mencintai setiap anugerah dariMu dengan kecintaan yang tidak melenakan, namun dengan kecintaan yang akan semakin meningkatkan kecintaanku padaMu. Aamiin.

NB:

– untuk keluarga, saudara, sahabat, rekan, adik-adik, yang tidak bisa saya sebutkan satu demi satu, jazakumullah khair atas setiap kado (doa, bantuan, materi, perhatian, kehadiran) yang telah diberikan🙂. terus doakan kami ya. yang belum mendapatkan kado, insyaAllah akan diberikan pada waktu yang tepat. tetap smangat!🙂

– teruntuk suamiku: mokasih yo. jazakallah khair ^^

Ya Allah, terima kasih. Alhamdulillah.

(terbangunkan dan tidak bisa tidur lagi setelah tidur sampe jam 12 malam tadi T_T)


5 responses to “Kado

  1. pai99 says:

    wah teh, mohon maaPh sebesar2nya, heu, saia tidak ngasih kado kmaren pas walimah, maaaaPh banget, cuma bisa menghaturkan doa untuk teteh dan k’fanny.. sip lah, ditunggu momongannya.. (kayak di iklan KB tea),, hheu

    • dpujia says:

      kan doa saya kategorikan juga sebagai kado pai. blm lagi sama persembahan nasyid2nya. jazakallah buat genk Kahvi🙂. iya, kemakan iklan KB nih. mohon doanya aja ya agar diberikan pada waktu yg tepat ^^. btw, sang murobbi-nya nih, masih penasaran.. hehe

  2. lesly says:

    Maaf saya. karena tidak ikut sampe tuntas, n tidak dipoto :p
    but, all my best wishes for u😉
    selamat berbahagia

    • dpujia says:

      aamiin. ly makasih ya dah nemenin dwi jalan2 dan mencarikan model yg pas😉. iya nih, ga ada foto ly nya. banyak yg kelewat tmn2 yg tak difoto😦. smg ly dimudahkan ya. kalo ada yg perlu dibantu, jgn sungkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: