duidays

Ketika Perempuan Mengambil Peran

on 14 October 2009

RoseBukan tema asing memang, namun ada saja hal-hal yang mengundang perhatian untuk direnungkan dan didiskusikan. Setidaknya untuk saya pribadi saat ini.

Setiap sisi kehidupan perempuan memang memiliki daya tarik dan seringkali menjadi sorotan. Bukan hanya karena cantik dan menarik (^^), namun karena potensinya yang ternyata sangat besar untuk ikut serta dalam membangun peradaban manusia. Dan poin yang terakhirlah yang sesungguhnya menjadi penentu nilai seorang perempuan. Itulah mengapa ada istilah yang menyatakan bahwa ‘perempuan adalah tiang negara’ atau ‘di balik setiap pahlawan besar selalu ada seorang perempuan agung’. Dan perempuan agung itu -kata Anis Matta- bisa satu dari dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu dan atau sang istri.

Setiap perempuan diberikan kebebasan untuk menentukan perannya sendiri dalam menunaikan tugasnya. Namun demikian kebebasan seorang perempuan muslimah memiliki ikatan yang kuat terhadap perjanjiannya dengan Tuhannya -asy-syahadatain-. Dengan demikian tatkala seorang perempuan memutuskan untuk mengambil sebuah peran, maka sudah seharusnya ia meyakinkan dirinya bahwa peran yang akan diambilnya itu sejalan dengan fitrah penciptaan terhadap dirinya. Tatkala fitrah penciptaan ditegakkan dalam kehidupannya maka keseimbangan alam ini pun akan terwujud, dan perempuan akan menjadi dimuliakan karenanya.

Lalu muncul pertanyaan, apa sebenarnya fitrah penciptaan yang diberikan kepada seorang perempuan untuk berperan?  Peran apa yang harus diambilnya? Mengapa ada perempuan yang tidak bahagia ketika mengambil peran yang dipilihnya, sedang di sisi lain ada perempuan yang begitu bahagia menjalaninya?


8 responses to “Ketika Perempuan Mengambil Peran

  1. paibiopai says:

    ato kadang banyak perempuan masih belum dan (mungkin) belum sadar akan perannya? kata orang emank peran perempuan sangat tinggi, tapi istilah “tinggi” ini seakan2 disalahmengertikan oleh kebanyakan perempuan, jadi malah “merendahkan” nilai peran dirinya.. heu
    wallahualam

  2. dpujia says:

    bisa jadi, pai. ditambah dengan kondisi dunia yg katanya makin flat, turut pula ‘memformulasi’ peran perempuan abad modern.

  3. paibiopai says:

    sip teh, jadi menteri emansipasi dan peranan wanita ajah,, awa dukung,, ntar suami jadi menteri esdm,, hha

  4. lesly says:

    perempuan yang bahagia dengan peran yang dipilihnya, serta merta dia menjadi begitu cantik🙂

    • dpujia says:

      subhanallah.. konklusinya bagus.
      berarti kuncinya adlah bahagia. dan bahagia itu tidak bisa dipaksakan,,,
      namun ia dapat diupayakan. begitukah?🙂

      *pantesan liat ly akhir2 ini keliatan lebih cantik ^^

  5. lesly says:

    deuh, abis married tentu lebih banyak inspirasi n bahan menulis nih🙂 diantos lho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: