kemarilah, berhenti sejenak sahabatku
biar kuhapus peluh di wajahmu dengan butiran embun yang telah kusimpan
dalam cawan berhias permata
debu-debu yang melekat dalam jas hitammu
mengabarkan perjuangan kerasmu di gemerlap warna-warni kehidupan
bukan padang pasir, bukan tandus, bukan pula palma kering yang kau hadapi
namun istana, kemilau emas perak, dan merahnya singgasana
yang bermain-main dalam genggaman
menjadi pilihan yang menggiurkan, merasuk ke dalam jiwa-jiwa yang rapuh
kemarilah, duduk sejenak bersamaku
kulihat matamu makin sayu dengan nafas terengah satu demi satu
ceritakan padaku kisah epikmu
di dalam lingkaran cinta yang pernah kita sulam
kita rangkai kembali tinta-tinta suci yang pernah dilantunkan bersama
kita bincangkan semua
dalam kepakan sayap malaikat yang mendoakan
di sini, di lingkaran ini kita balut segala luka yang menganga
mereguk kembali hawa surgawi dengan air telaga Kautsar
biar semua paripurna menjadi kisah indah.
(c’mon back go home 
Recent Comments