my path

show me the right path, yaa Rabb

Ketika Perempuan Mengambil Peran

RoseBukan tema asing memang, namun ada saja hal-hal yang mengundang perhatian untuk direnungkan dan didiskusikan. Setidaknya untuk saya pribadi saat ini.

Setiap sisi kehidupan perempuan memang memiliki daya tarik dan seringkali menjadi sorotan. Bukan hanya karena cantik dan menarik (^^), namun karena potensinya yang ternyata sangat besar untuk ikut serta dalam membangun peradaban manusia. Dan poin yang terakhirlah yang sesungguhnya menjadi penentu nilai seorang perempuan. Itulah mengapa ada istilah yang menyatakan bahwa ‘perempuan adalah tiang negara’ atau ‘di balik setiap pahlawan besar selalu ada seorang perempuan agung’. Dan perempuan agung itu -kata Anis Matta- bisa satu dari dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu dan atau sang istri.

Setiap perempuan diberikan kebebasan untuk menentukan perannya sendiri dalam menunaikan tugasnya. Namun demikian kebebasan seorang perempuan muslimah memiliki ikatan yang kuat terhadap perjanjiannya dengan Tuhannya -asy-syahadatain-. Dengan demikian tatkala seorang perempuan memutuskan untuk mengambil sebuah peran, maka sudah seharusnya ia meyakinkan dirinya bahwa peran yang akan diambilnya itu sejalan dengan fitrah penciptaan terhadap dirinya. Tatkala fitrah penciptaan ditegakkan dalam kehidupannya maka keseimbangan alam ini pun akan terwujud, dan perempuan akan menjadi dimuliakan karenanya.

Lalu muncul pertanyaan, apa sebenarnya fitrah penciptaan yang diberikan kepada seorang perempuan untuk berperan?  Peran apa yang harus diambilnya? Mengapa ada perempuan yang tidak bahagia ketika mengambil peran yang dipilihnya, sedang di sisi lain ada perempuan yang begitu bahagia menjalaninya?

Filed under: Perempuan

Habis Gelap Terbitlah Terang

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama” (Surat Kartini kepada Prof. Anton Dan Nyonya, 4 Oktober 1902).

nice quote from RA.Kartini

Filed under: Perempuan

Calendar

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Today is Yours

Clock