Sup Jagung Makaroni

teringat pernah makan sup jagung sedap di rumah bu nunu, jadi pengen bikin. sempat mau mencari resepnya di internet, tapi karena sedang tidak ada koneksi, akhirnya ngarang menerawang saja. resepnya dibuat persis dengan kalau kita bikin sup biasa. tinggal ditambah maizena biar kental trus makaroni dan keju. dimakan hangat-hangat, hmm… nikmat :) . berikut resepnya:

Sup Jagung Makaroni
bahan:
1/2 batang wortel dipotong dadu
1/2 tongkol jagung diambil bijinya
2 buah buncis diiris
1 gengggam makaroni la fonte

bumbu:
1/2 siung bawang putih
1/4 buah tomat potong2
2 tangkai seledri diiris
bawang bombay secukupnya diiris
bawang daun secukupnya diiris halus
merica secukupnya
garam secukupnya
3 sdm maizena
keju cheddar

cara membuat:
masukkan bawang putih yang telah dihaluskan bersama merica dan garam ke dalam air yang mendidih. masukkan pula bawang bombay dan wortel hingga setengah empuk, lalu buncis dan jagung. tambahkan makaroni yang telah direbus di panci terpisah, lalu masukkan pula tomat, seledri dan bawang daun. terakhir maizena, lalu taburi dengan kaju cheddar. sajikan selagi hangat.

untuk sekitar 3 porsi

Saladin 9 Bulan

tepat di usianya yang 9 bulan, muncul gigi perdana saladin =)  lucuu ada putih-putih nyembul kalo tertawa. tapii sakitnya ga ketulungan kalo gigit pas nenen. ada 2 gigi seri bagian bawah yang tumbuh. yang satu sebelah kiri muncul lebih dulu dibanding yang di sebelahnya. kalau saladin mulai menggigit, saya bilang ‘sakiit, jangan digigit ya’. kadang makin kenceng digigit, kadang malah nangis.

di usia ini juga saladin sudah mulai bisa berdiri agak lama. kalo merangkaknya mah jangan ditanya ya. udah kemana-mana. kalo pintu rumah ga ditutup, mungkin udah ke ujung dunia *lebay*. walhasil harus lebih ekstra hati-hati kalau-kalau menuju ke area yang berbahaya seperti kamar mandi atau dapur. dan juga lantai harus bersih dari segala kotoran atau benda yang bersih pun, yang mudah untuk dimasukkan ke dalam mulut. ada cerita yang agak seram tentang saladin yang memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. diceritakan terpisah aja kali ya. sesuatu banget deh pokoknya ceritanya hehe..

apalagi ya..

sudah bisa bubling: apa, papapa, abah, mamama.. =). jadi, mau manggil mama-papa atau ummi-abi? heu ummi-abi lebih susah ya diucapkannya.

sudah bisa ngajak bercanda dengan main petak umpet. saladin masuk ke ruangan yang pake gorden. trus kita kan panggil-panggil saladin supaya balik lagi, khawatir ngapa-ngapain di balik sana. tau-tau saladin balik sambil ketawa-ketawa dan terdengar menguca ‘baa’. lalu balik lagi masuk ke ruang tersebut berulangkali. pernah juga main cilukba pake bantal. saladin sedang tiduran, lalu ambil bantal menutupi mukanya. saya pura-pura nyari ‘mana yaa saladin’. saladin lalu buka bantalnya sambil tertawa =).

ah kau memang penyejuk hatiku, nak.

Sabar

Sungguh-sungguh & sukses itu tdk bersebelahan,
tapi dipisahkan oleh jarak,
mungkin satu sentimeter atau ribuan kilometer,
mungkin juga satu detik atau ribuan tahun,
dan jarak ini, hanya bisa diisi oleh sabar.

Sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung, dan sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

quoted from Ranah 3 Warna, Man shabara zhafira…

ada 2 orang yang nge-post quote ini di fb. jadi pengen nge-post juga di sini =).

subhanallah.. dalam sekali pemaknaan di quote tersebut tentang sabar. ketika kita bersungguh-sungguh saat ini, berikhtiar optimal hari ini, belum tentu akan kita dapatkan hasilnya saat ini juga hari ini juga. namun bukan tidak mungkin, kita tidak mendapatkan saat ini juga, hari ini juga. bukan tugas kita untuk menentukannya. tugas kita adalah bersungguh-sungguh, berikhtiar semampu kuta, lalu bersabar dan bertawakkal kepada Allah swt. biar Allah yang menyempurnakan segala ikhtiar dengan hasil yang terbaik.

Ranah 3 Warna itu novel bukan ya? jadi tertarik pengen baca..