my path

show me the right path, yaa Rabb

Ketika Perempuan Mengambil Peran

RoseBukan tema asing memang, namun ada saja hal-hal yang mengundang perhatian untuk direnungkan dan didiskusikan. Setidaknya untuk saya pribadi saat ini.

Setiap sisi kehidupan perempuan memang memiliki daya tarik dan seringkali menjadi sorotan. Bukan hanya karena cantik dan menarik (^^), namun karena potensinya yang ternyata sangat besar untuk ikut serta dalam membangun peradaban manusia. Dan poin yang terakhirlah yang sesungguhnya menjadi penentu nilai seorang perempuan. Itulah mengapa ada istilah yang menyatakan bahwa ‘perempuan adalah tiang negara’ atau ‘di balik setiap pahlawan besar selalu ada seorang perempuan agung’. Dan perempuan agung itu -kata Anis Matta- bisa satu dari dua, atau dua-duanya sekaligus; sang ibu dan atau sang istri.

Setiap perempuan diberikan kebebasan untuk menentukan perannya sendiri dalam menunaikan tugasnya. Namun demikian kebebasan seorang perempuan muslimah memiliki ikatan yang kuat terhadap perjanjiannya dengan Tuhannya -asy-syahadatain-. Dengan demikian tatkala seorang perempuan memutuskan untuk mengambil sebuah peran, maka sudah seharusnya ia meyakinkan dirinya bahwa peran yang akan diambilnya itu sejalan dengan fitrah penciptaan terhadap dirinya. Tatkala fitrah penciptaan ditegakkan dalam kehidupannya maka keseimbangan alam ini pun akan terwujud, dan perempuan akan menjadi dimuliakan karenanya.

Lalu muncul pertanyaan, apa sebenarnya fitrah penciptaan yang diberikan kepada seorang perempuan untuk berperan?  Peran apa yang harus diambilnya? Mengapa ada perempuan yang tidak bahagia ketika mengambil peran yang dipilihnya, sedang di sisi lain ada perempuan yang begitu bahagia menjalaninya?

Filed under: Perempuan

jelang uts

Study - Books and GlassesPekan ketiga Oktober ini, siswa akan menghadapi ujian tengah semester. Hfff.. ga kerasa ya, dan duh masya Allah, beberapa bahan belum tersampaikan. Ada hari yang saya tidak masuk karena sakit, di awal-awal sempat bentrok dengan jadwal kuliah dan terpotong libur. Meski telah memberi tugas, pemahaman siswa bisa dipastikan masih sangat kurang. Beda sama mahasiswa yang bisa mengeksplor pemahaman sendiri secara aktif dan mandiri, siswa SMP masih sangat memerlukan bimbingan guru.

Kalau dulu saya sebagai siswa atau mahasiswa jelang uts panik atau deg-degannya karena belum mengerti materi sepenuhnya atau bahan yang harus dihafal cukup banyak dan merasa belum siap, maka sekarang saya bisa merasakan bahwa pendidik juga sama-sama panik. Panik karena ada bahan yang belum tersampaikan (mudah-mudahan bisa tersampaikan dengan baik pekan besok), siswa yang belum paham, tidak mengerjakan tugas dengan baik (hihi karma)  dan juga belum bikin kisi-kisi soal!

Sekarang ini nih, saya lagi buat kisi-kisi soal, yang harus dikumpulkan besok (!) ke panitia. Awalnya saya mengira jadi guru itu mudah. Ternyata… subhanallah. Angkat topi dah untuk guru-guru yang telah mendidik saya semenjak TK sampe perguruan tinggi. Benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa. Harus all out. Mendidik sepenuh hati dan sepenuh cinta, bukan sekedar transfer materi. Jadi inget Bu Muslimah di Laskar Pelangi. Untung aja sempat nonton filmnya, karna ditayangin di SCTV itu juga :p. So inspiring.

Di awal November juga akan ada supervisi Kepala sekolah. Harus memembuat rincian minggu efektif, program semester, program tahunan, KKM, selain RPP dan silabus yang sudah ada.  Sekolah memang sedang melakukan peningkatan akreditasi. Hal-hal yang kurang atau belum memenuhi standar kompetensi musti dibenahi. Ah, entahlah, saya belum terlalu mengerti.

Hayu atuh der ah kita bikin kisi-kisi soal dan soal. Sudah cukup pemasanannya. Jangan curhat wae. Toh ga kan ada yang bantuin hehe. Ya doain ajalah semoga anak-anaknya saroleh dan bisa menjawab soal dengan baik.

Yihii.. so little time so much to do!!

Bismillahirrohmanirrohim. Ya Allah mudahkan..

Filed under: Pendidikan

keyakinan guru

istock_exploringnature

Keyakinan guru akan potensi manusia dan kemampuan semua anak untuk belajar dan berprestasi merupakan suatu hal yang penting diperhatikan.

child-binoculars_36717_1

Aspek-aspek teladan mental guru berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran pelajar yang diciptakan guru.

SuperStock_1612R-28176

Guru harus memahami bahwa perasaan dan sikap siswa akan terlibat dan berpengaruh kuat pada proses belajarnya.

(Caine dan Caine, 1977, h.124, dari Quantum Teaching)

Filed under: Pendidikan

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Today is Yours

Clock